Minggu, 18 Januari 2015

Dampak Positif dari MEA 2015

Dampak Positif Dari MEA 2015  
Program Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015 yang dipandang sebagian pihak hanya akan menjadikan Indonesia sebagai sasaran dari negara anggota ASEAN lainnya, hanya dianggap sebagai sebuah isu dan justru harus dijadikan tantangan bagi masyarakat Indonesia.
Sikap optimis itu dikemukakan Kepala Bidang ASEAN, Pusat Kebijakan Regional dan Bilateral (PKRB) BKF, Dalyono dalam sosialisasi kebijakan fiskal di Gedung R.M. Notohamiprodjo, belum lama ini.
Menurut Dalyono, MEA dipandang akan membawa dampak positif bagi peningkatan ekspor dan aliran investasi ke Indonesia. Karenanya, ia pun optimistis Indonesia dapat berperan lebih baik dan bersaing dalam MEA 2015 mendatang.
Dijelaskannya, MEA adalah bentuk integrasi ekonomi ASEAN yang direncanakan akan tercapai pada tahun 2015. Intisari dan karakteristik utama MEA adalah pasar tunggal dan basis produksi, kawasan ekonomi yang berdaya saing tinggi, kawasan dengan pembangunan ekonomi yang setara, dan kawasan yang terintegrasi ke dalam ekonomi global.
Sementara itu, Kepala Bidang Kebijakan Subsidi PKAPBN BKF menyampaikan perkembangan ekonomi domestic, di mana kinerja indikator perekonomian Indonesia seperti nilai tukar, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi masih cukup baik. Selain itu, dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan tantangan dan arah kebijakan fiskal 2014. Menurutnya, untuk mencapai fiskal yang sehat, kebijakan fiskal harus mampu merespons dinamika perekonomian, menjawab tantangan dan mendukung pencapaian sasaran pembangunan secara optimal melalui tiga fungsi pokok, yaitu alokasi, distribusi, dan stabilisasi.
Terkait risiko fiskal 2014 dan upaya mitigasinya, ia mengungkapkan, ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi stabilitas perekonomian nasional. Hal tersebut antara lain perlambatan pertumbuhan ekonomi, dinamika nilai tukar rupiah, dinamika pasar saham, tekanan inflasi, defisit transaksi berjalan, dan dinamika pasar surat berharga negara (SBN) yang dapat mengakibatkan risiko pada pengelolaan fiskal. Ia menegaskan, pemerintah telah memitigasi dengan menerapkan paket kebijakan untuk menjaga stabilitas perekonomian. (Redaksi)
UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) memainkan peran yang sangat penting di dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia seiring dengan jumlah penduduk yang semakin meningkat. Dengan akan diberlakukanya MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) pada tahun 2015 akan membawa dampak positif dan dampak negatif kepada UMKM di Indonesia, termasuk juga UMKM yang ada di Temanggung. Dampak positif� yang muncul adalah masyarakat dapat menjual barang-barang hasil produksinya ke Negara di ASEAN dengan mudah, namun dampak negatifnya akan banyak produk-produk yang masuk kedalam negeri sehingga menjadikan persaingan menjadi lebih ketat. Untuk dapat mempertahankan eksistensi UMKM maka dibutuhkan suatu strategi, Salah satunya dengan menggunakan keunggulan komparatif (comparative advantage) yaitu dengan menciptakan produk yang khas dan unik serta memberikan pelayanan yang baik.

Sumber :

1 komentar:

  1. wahh menarik mas, kita memang harus memperisapkan Masyarakat Ekonomi ASEAN dengan benar-benar nih, terlebih hanya tinggal 7 hari lagi MEA dimulai, apa yang sudah kita siapkan dalam menghadapinya?

    Terimakasih mas atas uraiannya, oya kunjungi juga blog kecil saya ya di:
    BLOG MFE-APA ITU MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA) 2015 DAN SUDAH SIAPKAH KITA?

    BalasHapus