Dampak Positif Dari MEA 2015
Program Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015 yang dipandang sebagian
pihak hanya akan menjadikan Indonesia sebagai sasaran dari negara
anggota ASEAN lainnya, hanya dianggap sebagai sebuah isu dan justru
harus dijadikan tantangan bagi masyarakat Indonesia.
Sikap optimis itu dikemukakan Kepala Bidang ASEAN, Pusat Kebijakan
Regional dan Bilateral (PKRB) BKF, Dalyono dalam sosialisasi kebijakan
fiskal di Gedung R.M. Notohamiprodjo, belum lama ini.
Menurut Dalyono, MEA dipandang akan membawa dampak positif bagi
peningkatan ekspor dan aliran investasi ke Indonesia. Karenanya, ia pun
optimistis Indonesia dapat berperan lebih baik dan bersaing dalam MEA
2015 mendatang.
Dijelaskannya, MEA adalah bentuk integrasi ekonomi ASEAN yang
direncanakan akan tercapai pada tahun 2015. Intisari dan karakteristik
utama MEA adalah pasar tunggal dan basis produksi, kawasan ekonomi yang
berdaya saing tinggi, kawasan dengan pembangunan ekonomi yang setara,
dan kawasan yang terintegrasi ke dalam ekonomi global.
Sementara itu, Kepala Bidang Kebijakan Subsidi PKAPBN BKF
menyampaikan perkembangan ekonomi domestic, di mana kinerja indikator
perekonomian Indonesia seperti nilai tukar, inflasi, dan pertumbuhan
ekonomi masih cukup baik. Selain itu, dalam kesempatan tersebut, ia juga
menyampaikan tantangan dan arah kebijakan fiskal 2014. Menurutnya,
untuk mencapai fiskal yang sehat, kebijakan fiskal harus mampu merespons
dinamika perekonomian, menjawab tantangan dan mendukung pencapaian
sasaran pembangunan secara optimal melalui tiga fungsi pokok, yaitu
alokasi, distribusi, dan stabilisasi.
Terkait risiko fiskal 2014 dan upaya mitigasinya, ia mengungkapkan,
ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi stabilitas perekonomian
nasional. Hal tersebut antara lain perlambatan pertumbuhan ekonomi,
dinamika nilai tukar rupiah, dinamika pasar saham, tekanan inflasi,
defisit transaksi berjalan, dan dinamika pasar surat berharga negara
(SBN) yang dapat mengakibatkan risiko pada pengelolaan fiskal. Ia
menegaskan, pemerintah telah memitigasi dengan menerapkan paket
kebijakan untuk menjaga stabilitas perekonomian. (Redaksi)
UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) memainkan peran yang sangat
penting di dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia
seiring dengan jumlah penduduk yang semakin meningkat. Dengan akan
diberlakukanya MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) pada tahun 2015 akan
membawa dampak positif dan dampak negatif kepada UMKM di Indonesia,
termasuk juga UMKM yang ada di Temanggung. Dampak positif� yang muncul
adalah masyarakat dapat menjual barang-barang hasil produksinya ke
Negara di ASEAN dengan mudah, namun dampak negatifnya akan banyak
produk-produk yang masuk kedalam negeri sehingga menjadikan persaingan
menjadi lebih ketat. Untuk dapat mempertahankan eksistensi UMKM maka
dibutuhkan suatu strategi, Salah satunya dengan menggunakan keunggulan
komparatif (comparative advantage) yaitu dengan menciptakan produk yang khas dan unik serta memberikan pelayanan yang baik.
Sumber :
wahh menarik mas, kita memang harus memperisapkan Masyarakat Ekonomi ASEAN dengan benar-benar nih, terlebih hanya tinggal 7 hari lagi MEA dimulai, apa yang sudah kita siapkan dalam menghadapinya?
BalasHapusTerimakasih mas atas uraiannya, oya kunjungi juga blog kecil saya ya di:
BLOG MFE-APA ITU MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA) 2015 DAN SUDAH SIAPKAH KITA?